Ritual Adat Hudoq Dayak Bahau Busang Umaq Wak

Akhiri Musim Menugal Komunitas Adat Dayak Bahau Busang Umaq Wak Siap Gelar  Ritual Adat Hudoq

Ritual Adat Hudoq berlangsung merian didepan Lamin Dayak Bahau Busang Umaq Wak Kampung Long Bagun Ulu, Mahakam Ulu tahun 2017 lalu (Foto by Muslimin)

Kaltim.aman.or.id. Proses menugal yang telah selesai dilakukan  Komunitas Adat Dayak Bahau Busang Umaq Wak di Kampung Long Bagun Ulu, Mahakam Ulu, Kaltim menandakan bahwa Ritual Adat Hudoq akan segera dilakukan di kampung ini. Setelah padi setinggi kayu yang rebah atau dalam istilah setempat disebut Lepaq Batang Lang, maka warga akan mempersiapkan Ritual Adat Hudoq yang rencananya akan dilaksanakan pada 10 November 2018 mendatang. Ritual Adat Hudoq Sendiri merupakan permohonan kepada tuhan agar memberikan kesuburan kepada tanah dan padi dari hama penyakit serta diberikan berkah kebaikan dalam kehidupan.

Menurut kepercayaan Dayak Bahau Busang Umaq Wak di Long Bagun Ulu bahwa tuhan mengirimkan roh – roh yang masuk kedalam hudoq untuk bertemu dengan manusia. Saat menari bersama Hudoq apabila terkena kibasan daun yang ada pada hudoq dipercaya akan mendapatkan berkah yang bisa mengusir penyakit dan kesialan.

Hudoq merupakan roh – roh yang dipercaya memelihara tentang padi sehingga ketika warga melakukan Ritual ini maka para hudoq dapat melihat permintaan warga dalam memanggil mereka.Selain itu ritual ini juga merupakan bentuk penyampaian warga kepada para hudoq untuk datang dengan harapan membawa kebaikan kepada seluruh warga khususya terhadap padi yang telah ditugal.

Saat prosesi ritual biasanya ada pembicaraan antara dayung sebagai tokoh spiritual yang dengan para hudoq yang tujuannya menjelaskan maksud dari acara ini yang dilakukan pada saat Ritual Hudoq Kawit pertama.

Setiap roh dalam hudoq memiliki nama dan mewakili bagianya masing – masing. Ada yang memelihara padi, mengusir hama bahkan ada yang menjaga tanah dan lahan oleh kerena itu warga Dayak Bahau Busang Umaq Wak percaya harus memberi tahu kepada para hudoq bahwa proses menanam padi sudah selesai seperti yang terlihat dan berharap agar para hudoq bisa menjaga dan mengusir dari hama – hama penyakit.

Setiap para hudoq datang pasti bertanya tujuan dari  pemanggilan mereka.

Menurut Kepala Adat Long Bagun Ulu, Avun Ingan “Untuk Masyarakat Dayak Bahau Busang Umaq Wak di Kampung Long Bagun Ulu sendiri Ritual Adat Hudoq dimulai dengan Hudoq Tesaq yang menandakan pertama hudoq datang. Kemudian dilakukan Kawit Pertama yang diesbut Hudoq Kawit, baru dilakukan hudoq biasa kemudian menghitung hari. Setelah delapan hari  baru dilakuan kawit terakhir yang menandakan prosesi ritual adat Hudoq Kawit ini.”Kata Avun Ingan.

“Kalau disini biasanya Adat Hudoq hanya dilakukan selama empat hari, tapi sejak saya menjadi kepala adat dan berdasarkan permintaan dari masyarakat dirubah menjadi delapan hari hingga sekarang ditetapkan menjadi delapan hari. Karena kalau cuma empat hari dirasa tidak puas.”Tambah Avun Ingan.

Saat Ritual Adat Hudoq Berlangsung, kampung lain yang juga sedang melakukan ritual adat ini bisa datang berkunjung ke Long Bagun Ulu begitu juga sebaliknya, semua tergantung rapat dan mufakat antar kampung.

Rakaian penutup Ritual Adat Hudoq dikenal dengan Hudoq Terakhir dimana warga akan menari bersama hudoq hingga malam. ketika menjelang pagi pukulan irama dalam tarian hudoq akan berganti barulah seluruh pelengkapan yang di pakai dalam Ritual Adat Hudoq ini kan diantar ke hilir kampung untuk di buang.

Perlengkapan hudoq ini harus dibuang di hilir sunagi, karena dipercaya bahwa semua yang tidak baik harus dibuang di hilir sungai.

Dalam proses membuang perlengkapan hudoq ini dilakukan Ritul Adat Napoq dengan maksud agar semua barang perlengkapan tersebut diserahkan kembali kepada para hudoq, karena para hudoq sendiri dipercaya memiliki kampung dan tempat mereka sendiri.

Setelah setelah Ritual Adat Napoq ini selesai dilakukan, maka berakhirlah seluruh rangkaian acara Ritual Adat Hudoq ini.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.