Tradisi Kebersamaan Dalam Menugal Masyarakat Adat Dayak Bahau Busang Umaq wak

Makan bersama setelah gotong – royong menugal salah satu Ladang Warga Long Bagun Ulu. Warga dengan sukarela membantu warga lainya dalam menugal. tradisi ini sudah dilakukan secara turun – temurun. Pihak warga yang memiliki lahan hanya menyiapkan konsumsi saja.

Kaltim.aman.or.id  Saat Secara serenatak Komunitas Adat Dayak Bahau Busang Umaq Wak Kampung Long Bagun Ulu, Mahulu mulai melakukan proses beladang. Masing – masing warga mulai mempersiapkan ladang dari mulai membersihakan hingga membakar untuk segera ditanami padi

Dalam berladang sendiri Komunitas Adat Dayak Bahau Busang Umaq Wak memiliki aturan yang menjadi tradisi yang dilakukan secara turun -temurun, tidak dilakukan secara asal – asalan. Proses membuka ladang harus sesuai dengan dengan bulanya, umumnya ini dilakuakn pada awal bulan pada kalender Tahunan Dayak Bahau Busang Umak Wak. istilah ini disebut juga bulan timbul yang menjadi pertanda awal yang bagus untuk memulai proses berladang dan tidak mungkin dilakukan di akhir bulan.

Menurut Kepala Adat Kampung Long Bagun Ulu, Avun Ingan “Ada banyak versi kalender tahunan ini, setiap kampung versi sendiri dalam sehingga bisa saja kampung lain punya versi yang berbeda.” Kata Avun Ingan.

Edmondus Liah, salah seorang warga Kampung Long Bagun ULu yang ikut menugal bersama di lahan warga lainya. Ladang Edmondus sendiri telah selesai ditanami padi yang juga dilakukan bersama – sama seluruh Warga Long Bagun Ulu.

Dalam membuka lahan sendiri tidak sembarangan ada prosesi ritual adat yang harus dilakuakan dengan tujuan memberi pendinginan yang dikenal dengan Ritual Pehngem. Ritual ini dilakukan dengan memberi telur di ladang. ritual ini juga tidak harus dilakukan oleh setiap warga, apabila lamin besar yang dipimpin oleh para Hipui (raja), maka rakyat biasa boleh hanya mengikuti saja. Setelah selesai Ritual Pehngem maka mulailah proses membuka lahan.

Satu hal yang paling umum dilakukan oleh Komunitas Adat Dayak Bahau Busang Umaq Wak adalah gotong -royong dalam proses menugal. setiap salah seorang dari warga mulai menugal maka warga lain akan membantu secara sukarela tanpa paksaan. hal ini dilakukan secara bergiliran terhadap warga yang sedang menugal. Sang pemilik lahan hanya menyediakan konsumsi untuk dimakan bersama ketika beristirahat.

Setelah selesai proses menugal dan padi sudah mencapai setinggi kayu yang rebah atau dalam istilah Dayak Bahau Busang Umaq Wak dikenal dengan Lepaa Batang Lang maka warga mulai rapat untuk mempersiapkan Ritual Adat Hudoq. Rapat Adat ini bertujuan untuk mencari tanggal berapa yang tepat untuk memulai ritual adat ini. Tujuan Ritual Adat Hudoq ini sendiri adalah memohon kepada tuhan agar memberikan ksesuburan pada tanah dan padi yang ditanam dan dijauhkan dari hama penyakit serta segala kebaikan dalam kehidupan. Ritual Adat Hudoq untuk Kampung Long Bagun Ulu sendiri rencananya akan dilaksanakan pada 10 November 2018 mendatang.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.